Begitu banyak potensi yang dapat digali dari pulau yang terletak di Kepulaun Derawan, Kalimantan Timur ini. Selama kurang lebih sembilan bulan lamanya, Student Research and Development Team (SRDT) ITS pun ditugaskan untuk meneliti keberlanjutan pengembangan pulau ini. Dan pada Kamis (5/11) merupakan sesi presentasi terakhir tim memapakarkan hasil kerjanya. Lantas, apa yang sudah SRDT Tim Maratua capai di akhir penugasannya?

Pulau Maratua memiliki keunggulan di bidang potensi bahari yang patut dibanggakan. Sebab, dengan anugerah tersebut, secara tidak langsung akan berdampak pada masyarakat sekitar pulau Maratua. Kehadiran program Sustainable Island Development Initiatives (SIDI) Week ini pun, diharapkan dapat mengatasi berbgaai masalah disana dan melakukan inovasi guna pengembangan Maratua.  

Terdapat empat bidang yang disorot oleh tim beranggotakan lima mahasiswa ini yakni atraksi, transportasi, akomodasi, dan energi. Pada atraksi misalnya, pada kondisi sekarang, berbagai bentuk atraksi, pertunjukan disana tidak saling terintegrasi. Hal ini pun dinilai sulit bagi para turis untuk lebih mengenal potensi atraksi di maratua. "Sebabnya, butuh integrated-map yang terkait satu sama lain," tegas Natassa A, salah satu anggota tim dalam presentasinya.  

Pada bidang transportasi, Devi Samosir yang merupakan mahasiswi Sistem Perkapalan menuturkan, Bike, E-Bike dan E-Pedicab merupakan sarana yang tepat untuk bisa diaplikasikan di Maratua. Dikatakan begitu, sebab, menurutnya infrastruktur yang ada di Maratua sendiri masih sangat minim. "Jadi masih belum bisa menggunakan moda transportasi modern seperti mobil listrik misalnya," jelas Devi.  

Sisi akomodasi yang disoroti adalah ketersedian homestay (tempat tinggal). Sebab, homestay menjadi begitu dibutuhkan ketika para turis mulai berdatangan ke Maratua. Adapun ide desain yang disuguhkan, jelas Gwyn Walesa, anggota tim lain, merupakan adaptasi dari suku bajo dan dayak. "Selain tempat tinggal, juga nantinya akan ada bangunan khusus untuk pusat informasi dan perdagangan," ungkapnya.  

Tak lupa, bidang energi pun menyumbangkan berbagai data yang berhasil dikumpulkan Epri Wahyu, anggota tim yang fokus di bidang ini. Mulai dari kebutuhan listrik per hari masyarakat Maratua hingga konsumsi energi yang digunakan untuk beraktivitas. "Fokus kita saat ini masih menganalisis konsumsi energi," ucapnya kepada ITS Online ketika diwawancarai.  

Lebih lanjut, Epri mengatakan, peran mereka adalah mendapatkan data atraksi, konsumsi energi, transportasi, homestay, dll. Data-data ini nantinya akan digunakan untuk diolah agar kemudian dapat menarik investor.  

Dengan berakhirnya SIDI Week Batch dua ini tidak lantas berhenti pula perjalanan guna meneliti potensi Maratua. Epri pun menuturkan bahwasanya tugas Batch dua hanyalah mematangkan data-data dari Batch satu untuk kemudian dikonsep dan dibuat masterplan-nya. "Hingga luarannyan nanti, lewat sidi ini, kita kasih tahu caranya dalam mengeksplorasi. Supaya pulau-pulau potensial kita tidak lagi terjajah dan dijual ke tangan asing," papar perempuan yang baru saja lulus dari Jurusan Teknik Fisika ITS ini.(owi/akh)

Sumber: http://its.ac.id/berita/15642/en   download : 2015-11-17