SISTEM REM ANGIN EBOOK DOWNLOAD

admin Comment(0)

download books sistem hidrolik dan pneumatik pdf, download books sistem hidrolik dan sidi-its.info sidi-its.info commit to user i alat peraga rem angin. download books sistem hidrolik dan pneumatik pdf, download books sistem hidrolik rem angin - sidi-its.info - keuntungan dibandingkan dengan rem hidrolik. free sistem hidrolik dan pneumatik pdf - pneumatik hidrolik zhribd [epub] - apcanodos pengertian dan http://sans-lois/download/simbol. peraga rem angin proyek akhir diajukan untuk memenuhi persyaratan guna ebook or handbook, the choice is all yours, and there are numerous options for you to.


Author: MERTIE KOKOSZKA
Language: English, Spanish, Indonesian
Country: Sierra Leone
Genre: Science & Research
Pages: 517
Published (Last): 15.12.2015
ISBN: 177-1-16591-530-4
ePub File Size: 23.38 MB
PDF File Size: 11.59 MB
Distribution: Free* [*Free Regsitration Required]
Downloads: 25837
Uploaded by: MARILYNN

download books sistem hidrolik dan pneumatik pdf, download books sistem hidrolik dari saklar staircase adalah sebagai berikut: alat peraga rem angin . bab ii tinjauan pustaka pengertian sistem hidrolik - bab ii tinjauan pustaka sistem rem hidrolik pdf pdf download - sistem hidrolik pengertian, prinsip kerja. menutup. rangkaian kelistrikan bodi motor pdf download - sistem kelistrikan bodi dan kelistrikan mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem pemindah tenaga.

Skip to main content. Log In Sign Up. Raka Sekarrini. Dengan demikian, mekatronika adalah gabungan disiplin ilmu dasar seperti, mekanika, elektro, dan informatika untuk merancang, memproduksi, mengoperasikan, atau memelihara sistem maupun mengoptimasi suatu produk untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Gambar I.

Ternyata Beginilah Prosedur Verifikasi Domain. Download Sebelum Diblokir! Jangan Anggap Sepele! Hati-Hati Kehilangan Data! Artikel Lainya: CC Sekarang? Perkenalkan Domain Baru Saya: Fastron Gold 0W dengan Formulasi Spesial? Mau Dibawa Kemana Blog Ini? Halaman 1 dari 1 1.

Belum ada penilaian. Sistem starter, pengatur kecepatan motor kipas evaporator AC merupakan beberapa contoh aplikasi rangkaian seri. Lengan bawah.

Find great deals on eBay for linhai cylinder. Linhai Cylinder Head Assembly.

Rem angin download sistem ebook

Part Per box. Pelapak Premium? HPR Indonesia. Jakarta Pusat. Komponen dari radiator diantaranya adalah kipas, pipa air, radiator coolant dan lain Featured Products. View as: The Book Service Engine. Kapasitor ini memiliki dua warna elektroda yaitu merah dari bahan tembaga dan abu-abu kertas aluminium.

Biasanya mempunyai satuan Farad F. Kapasitor ini biasa digunakan untuk rangkaian power supply. Nilai kapasitansinya dapat diubah dengan cara memutar skrup yang ada di bagian atas. Dalam pemutaran harus menggunakan obeng khusus agar tidak timbul efek kapasitansi pada obeng dengan tangan.

Tuning Capacitor Gambar 2. Jenis dielektriknya menggunakan udara, mengubah nilai kapasitansinya dengan memutar gagang yang ada pada badan kapasitor kekiri atau kekanan. Dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus, dan pembagi tegangan. Berdasarkan kelasnya resistor dibagi menjadi dua yaitu: Dan umumnya terbuat dari carbon film atau metal film, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dibuat dari material lain. Ciri fisik dari resistor ini adalah bahan pembuat resistor terdapat ditengah-tengah dan pada pinggirnya terdapat 2 conducting metal, biasanya kemasan seperti ini disebut dengan axial.

Ukuran fisik fixed resistor bermacam-macam, tergantung pada daya resistor yang dimilikinya. Contoh gambar resistor: Didalam kemasan ini terdapat lebih dari 1 resistor yang biasanya disusun parallel dan mempunyai pusat yang dinamakan common. Untuk contoh dapat dilihat pada gambar berikut: Berikut ini akan dijelaskan sedikit tentang penggunaan resistor berdasarkan tipe atau jenisnya: Sehingga sangat cocok digunakan untuk aplikasi DC yang membutuhkan keakuratan yang sangat tinggi.

Tetapi jangan menggunakan jenis ini untuk aplikasi rf radio frequency sebab mempunyai Q resonant frequency yang rendah. Komponen ini biasanya digunakan sebagai standart di dalam verifikasi keakuratan dari suatu alat ukur resistive. Komponen ini dapat membatasi daya yang besar dibandingkan dengan resistor yang lain.

Karena panas yang ditimbulkan cukup besar biasanya resistor ini dilapisi oleh bahan seperti ceramic tube, ceramic rods, anodized aluminium, fiberglass mandels, dll. Contoh dari power Wirewond resistor: Resistor ini didsesain sedemikian rupa sehingga bila ada arus yang sangat besar melaluinya maka hambatannya menjadi tidak terhingga.

Pada kondisi normal suhu dari resistor ini akan panas ketika ada arus yang melaluinya. Contoh dari fuse resistor: Selain itu resistor juga memiliki koefisien tegangan, dimana nilai hambatannya akan berubah ketika diberi tegangan.

Semakin besar tegangan maka semakin besar perubahannya. Voltage rating dari resistor carbon composition ditentukan berdasarkan ukuran fisik, nilai, dan dayanya. Frekuensi respon dari resistor ini jauh lebih bagus dibandingkan dengan wirewound dan lebih bagus lagi dibandingkan dengan carbon composition. Dimana wirewound akan menjadi suatu induktansi ketika frekuensinya rendah dan akan menjadi kapasitansi apabila frekuensinya tinggi.

Dan untuk carbon composition hanya menjadi kapasitansi apabila dilalui frekuensi tinggi dan frekuensi rendah. Gambar carbon film resistor: Karena resistor ini lebih akurat, tidak mempunyai voltae coefisient, noise dan temperature coefisient yang lebih rendah.

Tetapi resistor ini tidak sebagus jenis resistor precision wirewound. Bahan dasar pembuatan dari resistor ini adalah metal dan keramik, bahan ini mirip seperti yang digunakan untuk membentuk carbon film resistor. Kelebihan utama dibandingkan dengan metal film adalah tingkat kestabilannya yang lebih tinggi, TCR paling kecil, dan frekuensi respon tinggi.

Selain kelebihan terdapat pula kelemahan yaitu nilai maksimum dari resistor ini lebih kecil dari nilai resistor metal film. Resistor ini biasanya dipakai didalam stain gauge, nilai strain dapat diukur berdasarkan perubahan nilai resistansinya.

Ketika digunakan sebagai strain gauge, foil- nya dipasang disuatu substrate fleksibel sehingga dapat dipasang didaerah tempat pengukuran strain dilakukan. Tetapi karakteristik dayanya lebih tinggi. Power film resistor mempuyai nilai yang lebih tinggi dan respon frekuensinya yang lebih baik dibandingkan power wirewould resistor. Resistor ini banyak digunakan untuk aplikasi power karena membutuhkan frekuensi respon yang baik, daya yang tinggi dan nilai yang lebih besar daripada power wirewould resistor.

Biasanya komponen ini memiliki toleransi yang cukup besar. Untuk tipe pertama dinamakan variable resistor dan nilainya dapat diubah sesuai keinginan dengan mudah dan sering digunakan untuk pengaturan volume, bass, balance, dll. Sedangkan yang kedua adalah semi-fixed resistor.

Nilai dari resistor ini biasanya hanya diubah pada kondisi tertentu saja. Contoh penggunaan dari semi-fixed resistor adlah tegangan referensi yang digunakan untuk ADC, fine tune circuit, dll.

Pengubahan nilai dengan cara memutar biasanya terbatas sampai derajat putaran. Ada beberapa model variable resistor yang harus diputar berkali-kali untuk mendapatkan semua nilai resistor.

Banyak sekali tipe dari komponen ini tergantung pada sensitivitas cahaya, ukuran, nilai hambatan, dll. CDS ini mempunyai diameter 8 mm, tinggi 4 mm, dengan bentuk silinder. Ada tiga tipe termistor antara lain: Untuk resistor dengan 4 warna gelang, 2 pertama adalah nilainya yang ketiga adalah factor 10ndan yang keempat adalah toleransinya. Untuk perhitungan nilai resistor dengan jumlah gelang 5 dan 6 hampir sama dengan perhitungan nilai resistor pada 4 gelang. Bedanya hanya pada factor 10 n, dimana untuk jumlah gelang 5 dan 6 terletak pada gelang nomor 4 dan 5.

Untuk gelang ke 6 merupakan nilai koefisien suhu dari resistor. E12 dan E Batas daerah nilai untuk kode E12 ada 12 yaitu: Pada umumnya transistor digunakan sebagai penguat amplifier dan transistor juga dapat berfungsi sebagai sakelar.

Komponen ini boleh dikata termasuk komponen yang susunannya sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit. Transistor berasal dari kata transfer resistor. Penamaan ini berdasarkan pada prinsip kerjanya yakni mentransfer atau memindahkan arus.

Cara kerja BJT dapat dibayangkan sebagai dua dioda yang terminal positif atau negatifnya berdempet, sehingga ada tiga terminal. Perubahan arus listrik dalam jumlah kecil pada terminal basis dapat menghasilkan perubahan arus listrik dalam jumlah besar pada terminal kolektor. Prinsip inilah yang mendasari penggunaan transistor sebagai penguat elektronik. P-Channel, Kanan: N-Channel FET dibagi menjadi dua keluarga: Secara fungsinya, ini membuat N-channel JFET menjadi sebuah versi solid-state dari tabung vakum, yang juga membentuk sebuah dioda antara grid dan katode.

Dan juga, keduanya JFET dan tabung vakum bekerja di "depletion mode", keduanya memiliki impedansi input tinggi, dan keduanya menghantarkan arus listrik dibawah kontrol tegangan input.

Pengertian Teknik Kendaraan Ringan (TKR) for Android - APK Download

FET lebih jauh lagi dibagi menjadi tipe enhancement mode dan depletion mode. Mode menandakan polaritas dari tegangan gate dibandingkan dengan source saat FET menghantarkan listrik. Jika kita ambil N-channel FET sebagai contoh: Untuk kedua mode, jika tegangan gate dibuat lebih positif, aliran arus di antara source dan drain akan meningkat. Untuk P- channel FET, polaritas-polaritas semua dibalik. Basis B , collector C , dan Emitor E.

Tiga material yang umum digunakan sebagai bahan baku pembuat transistor adalah: Germanium sudah jarangf digunakan , Silikon banyak digunakan , dan Gallium. Agar transistor dapat bekerja, kepada kaki-kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage. Basis emitor diberikan forward voltage, sedangkan basis kolektor diberikan reverse voltage.

Sifat transisitoradalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus transistor akan menghantar bila ada arus basis.

Makin besar arus basis makin besar penghatarannya. Suatu arus listrik yang kecil pada basis akan menimbulkan arus yang jauh yang lebih besar diantara kolektor dan emitornya, maka dari itu transistor digunakan untuk memperkuat arus. Pada transistor jenis NPN tegangan basis dan kolektornya positif terhadap emitor, sedangkan pada transistor PNP tegangan basis dankolektornya negatif terhadap tegangan emitor.

Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk: Sebagai penguat arus, tegangan dan daya AC dan DC 2. Sebagai penyearah 3. Sebagai mixer 4. Sebagai osilator 5. Sebagai switch Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada transistor: Adanya pemutusan hubungan dari rangkaian elektronik.

Terjadi kebocoran diantara elektrode-elektrode transistor. Penyebab terjadinya kerusakan pada sebuah transistor: Penanganan yang tidak tepat saat pemasangan pada rangkaian. Transistor terlalu panas karena suhunya melebihi batas maksimal kemempuannya. Kesalahan pengukuran. Pemasangan yang salah pada rangkaian. Seringkali Induktor disebut sebagai induktansi, lilitan, kumparan atau belitan.

Pada inductor mempunyai sifat yaitu dapat menyimpan energy dalam bentuk medan magnet. Satuan dari inductor sendiri adalah Henry H. Gambar 2 47 Induktor Gambar 2. Jika ada N Lilitan, maka total fluks adalah: Sehingga inductor bertindak sebagai rangkaian hubungan singkat short circuit.

Tetapi bagi arus AC inductor bersifat menghambat. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika. Dalam sebuah mikroprosesor Intel Pentium 4 dengan ferkuensi 1,8 trilyun getaran per detik terdapat 16 juta transistor, belum termasuk komponen lain. Fabrikasi yang dipakai oleh mikroprosesor adalah 60nm. Komponen atau elemen tersebut dapat berupa diode, transistor, resistor, kapasitor dan lain-lainya terdifinisi di atas wafer silikon atau bahan semikonduktor yang lain.

Setelah melalui proses pabrikasi yang kompleks akhirnya IC digunakan dalam rangkaian dalam bentuk yang terbungkus rapi dan mudah untuk digunakan. Pada IC monolitik semua komponen tersebut dibuat dalam waktu yang bersamaan termasuk interkoneksi antar komponen.

Monolitik, Kanan: Secara praktis masing-masing komponen dapat diproduksi secara terpisah diskrit kemudian dirangkaikan dengan menghubungkannya dengan kawat logam. Konsep dasar ini tetap digunakan dalam sistem elektronika-mikro seperti telah direalisasi dalam bentuk IC.

Perbedaannya adalah bahwa semua komponen dan interkoneksi antar komponen dibuat dalan satu permukaan substrat. Termasuk elemen pasif dalam elektronika adalah resistor, kapasitor dan induktor. Masing-masing komponen memiliki kemampuan sesuai dengan fungsinya yang masing-masing diukur sebagai resintansi, kapasitansi dan induktansi. Dalam bentuk diskrit resistor terbuat dari karbon atau bahan lain yang bukan penghantar yang baik. Dalam elektronik-mikro resistor merupakan lapisan tipis suatu tipe semikonduktor dikelilingi oleh semikonduktor tipe lain.

Kapasitor diskrit terbuat dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan isolator. Pada elektronika-mikro kapasitor dibuat pada permukaan kristal semikonduktor dilapisi isolator tipis kemudian di atasnya dibuat lapisan logam. Induktor diskrit dibuat dari kumparan kawat dan di dalamnya kadang-kadang diisi dengan bahan feromagnetik. Belum ada induktor yang baik pada elektronika-mikro. Skema komponen pasif diskrit dan pada elektronika-mikro disertai dengan simbul dan isyarat arus sebagai respon dari tegangan yang diberikan.

Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna, semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder. Rumus untuk GGL induksi yang terjadi di lilitan sekunder: Karena kedua kumparan dihubungkan dengan fluks yang sama, maka dimana dengan menyusun ulang persamaan akan didapat sedemikian hingga.

Dengan kata lain, hubungan antara tegangan primer dengan tegangan sekunder ditentukan oleh perbandingan jumlah lilitan primer dengan lilitan sekunder. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder.

Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder. Kerugian kapasitas liar.

Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak bank winding 4.

Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan.

Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.

Kerugian arus eddy arus olak. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-lapisan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.

Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC. Dalam transformator ini, sebagian lilitan primer juga merupakan lilitan sekunder. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan arus primer, sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat dengan kawat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa.

Keuntungan dari autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan.

Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder.

Selain itu, autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat biasanya tidak lebih dari 1,5 kali. Tetapi pada beberapa desain, gulungan sekunder dibuat sedikit lebih banyak untuk mengkompensasi kerugian.

Transformator seperti ini berfungsi sebagai isolasi antara dua kalang. Untuk penerapan audio, transformator jenis ini telah banyak digantikan oleh kopling kapasitor. Transformator jenis ini menggunakan material inti yang cepat jenuh sehingga setelah arus primer mencapai titik tertentu, fluks magnet berhenti berubah. Karena GGL induksi pada lilitan sekunder hanya terbentuk jika terjadi perubahan fluks magnet, transformator hanya memberikan keluaran saat inti tidak jenuh, yaitu saat arus pada lilitan primer berbalik arah.

Secara umum, sinyal didefinisikan sebagai suatu besaran fisis yang merupakan fungsi waktu, ruangan atau beberapa variabel.

Sinyal adalah awalnya dalam bentuk analog tegangan atau arus listrik, misalnya yang dihasilkan oleh mikrofon atau beberapa jenis transduser. Dalam beberapa situasi, seperti output dari sistem pembacaan CD compact disc player, data yang sudah dalam bentuk digital.

Tegangan listrik analog sinyal, misalnya, dapat didigitalkan menggunakan sirkuit elektronik yang disebut analog-ke-digital converter atau ADC Analog Digital Converter. Ini menghasilkan keluaran digital sebagai aliran bilangan biner nilai-nilai yang mewakili tegangan listrik ke perangkat input pada setiap sampling instan.

Sinyal umumnya harus diproses dalam berbagai cara. Elektroda menempel pada dada pasien ketika EKG diambil mengukur perubahan tegangan listrik kecil karena aktivitas jantung dan otot-otot lain. Pengolahan sinyal menggunakan rangkaian penyaring dapat menghapus atau setidaknya mengurangi bagian yang tidak diinginkan dari sinyal. Semakin dewasa ini, yang menyaring sinyal untuk meningkatkan kualitas sinyal atau untuk mengekstrak informasi penting yang dilakukan oleh DSP teknik bukan oleh analog elektronik.

Sinyal diproses sehingga mengandung informasi yang mereka dapat ditampilkan, dianalisis, atau dikonversikan ke sinyal jenis lain yang mungkin digunakan.

Dalam dunia nyata, produk mendeteksi sinyal analog seperti suara, cahaya, suhu atau tekanan dan memanipulasi mereka. Dari sini, para DSP mengambil alih oleh menangkap informasi digital dan memprosesnya. Kemudian memberi makan informasi digital kembali untuk digunakan di dunia nyata. Hal ini dalam salah satu dari dua cara, baik digital atau dalam format analog dengan pergi melalui Digital-to-Analog converter.

Semua ini terjadi pada kecepatan yang sangat tinggi. Sinyal waktu kontinyu continous-time signal 2. Sinyal waktu diskrit discrete-time signal Pada sinyal kontinyu, variable independent yang berdiri sendiri terjadi terus- menerus dan kemudian sinyal dinyatakan sebagai sebuah kesatuan nilai dari variable independent.

Sebaliknya, sinyal diskrit hanya menyatakan waktu diskrit dan mengakibatkan variabel independent hanya merupakan himpunan nilai diskrit. Untuk membedakan antara sinyal waktu kontinyu dengan sinyak waktu diskrit kita menggunakan symbol t untuk menyatakan variable kontinyu dan symbol n untuk menyatakan variable diskrit. Sebagai contoh sinyal waktu kontinyu dinyatakan dengan fungsi x t dan sinyal waktu diskrit dinyatakan dengan fungsi x n. Sinyal waktu diskrit hanya menyatakan nilai integral dari variable independent.

Proses ini mengubah representasi sinyal yang tadinya berupa sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrete. Pencuplikan dilakukan setiap satu satuan waktu yang lazim disebut sebagai waktu cuplik sampling time. Bagian quantiser akan merubah menjadi beberapa level nilai, pembagian level nilai ini bisa secara uniform ataupun secara non-uniform misal pada Gaussian quantiser.

Unjuk kerja dari suatu ADC bergantung pada beberapa parameter, parameter utama yang menjadi pertimbangan adalah sebagai berikut: Gambar 3. Dalam representasi yang baru inilah sinyal diolah.

Hi, Bagaimana Menurut Anda ?

Keuntungan dari metoda ini adalah pengolahan menjadi mudah dan dapat memanfaatkan program sebagai pengolahnya. Dalam proses sampling ini diasumsikan kita menggunakan waktu cuplik yang sama dan konstan, yaitu Ts. Parameter cuplik ini menentukan dari frekuensi harmonis tertinggi dari sinyal yang masih dapat ditangkap oleh proses cuplik ini. Frekuensi sampling minimal adalah 2 kali dari frekuensi harmonis dari sinyal. Untuk mengurangi kesalahan cuplik maka lazimnya digunakan filter anti- aliasing sebelum dilakukan proses pencuplikan.

Sebagai ilustrasi, proses pencuplikan suatu sinyal digambarkan pada gambar berikut ini. Secara garis besar, blok diagram dari suatu pengolahan sinyal digital adalah sebagai berikut: Chip-chip DSP ini memiliki arsitektur khusus yang lazim dikenal dengan arsitektur Harvard, yang memisahkan antara jalur data dan jalur kode. Arsitektur ini memberikan keuntungan yaitu adanya kemampuan untuk mengolah perhitungan matematis dengan cepat, misal dalam satu siklus dapat melakukan suatu perkalian matrix.

Untuk chip-chip DSP, instruksi yang digunakan berbeda pula. Lazimnya mereka memiliki suatu instruksi yang sangat membantu dalam perhitungan matrix, yaitu perkalian dan penjumlahan dilakukan dalam siklus bandingkan dengan , proses penjumlahan saja dilakukan lebih dari 1 siklus mesin.

Sinyal digital merupakan hasil teknologi yang dapat mengubah signal menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 juga dengan biner , sehingga tidak mudah terpengaruh oleh derau, proses informasinya pun mudah, cepat dan akurat, tetapi transmisi dengan sinyal digital hanya mencapai jarak jangkau pengiriman data yang relatif dekat.

Biasanya sinyal ini juga dikenal dengan sinyal diskret. Sinyal yang mempunyai dua keadaan ini biasa disebut dengan bit. Bit merupakan istilah khas pada sinyal digital. Sebuah bit dapat berupa nol 0 atau satu 1. Signal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog yaitu: Sinyal Analog yang telah difilter membuang frekuensi tinggi dari source signal dengan menggunakan Band Limiting Filter.

Mengambil sample pada interval waktu tertentu sampling sehingga dihasilkan sinyal waktu diskrit. Menyimpang amplitudo sample dan mengubahnya kedalam bentuk diskrit kuantisasi 4. Merubah bentuk menjadi nilai biner sinyal digital. Saat ini pengolahan sinyal banyak dilakukan secara digital, karena kelebihannya antara lain: Kualitas suara lebih jernih, selain lebih jelas signal digital memiliki sedikit kesalahan 2. Kecepatan lebih tinggi 3. Lebih sedikit kesalahan 4.

Sedangkan media penyimpanan sinyal analog adalah pita tape magnetik. Sinyal digital inilah yang bisa dibaca oleh perangkat digital kita mikrokontroler,komputer. Agar sinyal analog dapat diolah oleh komputer, maka harus dirubah dulu menjadi sinyal digital.

Pemrosesan sinyal digital dan sinyal analog pengolahan adalah sub bidang dari pemrosesan sinyal. DSP meliputi subbidang seperti: Sering kali, sinyal keluaran yang diperlukan adalah sinyal keluaran analog lain, yang memerlukan digital-to-analog converter DAC.

Bahkan jika proses ini lebih kompleks daripada analog pengolahan dan memiliki rentang nilai diskrit, stabilitas pemrosesan sinyal digital berkat deteksi dan koreksi kesalahan dan menjadi lebih rentan terhadap kebisingan menjadikannya menguntungkan atas pemrosesan sinyal analog bagi banyak orang, walaupun tidak semua, aplikasi.

DSP algoritma telah lama dijalankan pada komputer standar, pada prosesor khusus yang disebut prosesor sinyal digital, atau tujuan-dibangun pada perangkat keras seperti aplikasi-spesifik sirkuit terpadu Asics.

Pertama, suatu sistem digital terprogram memiliki fleksibilitas dalam merancang-ulang operasi-operasi pemrosesan sinyal digital hanya dengan melakukan perubahan pada program yang bersangkutan, sedangkan proses merancang-ulang pada sistem analog biasanya melibatkan rancang-ulang perangkat keras, uji coba dan verifikasi agar dapat bekerja seperti yang diharapkan.

Masalah ketelitian atau akurasi juga memainkan peranan yang penting dalam menentukan bentuk dari pengolah sinyal. Pemrosesan sinyal digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik.

Faktor toleransi yang terdapat pada komponen-komponen rangkaian analog menimbulkan kesulitan bagi perancang dalam melakukan pengendalian akurasi pada sistem pemrosesan sinyal analog. Di lain pihak, sistem digital menawarkan pengendalian akurasi yang lebih baik. Sinyal-sinyal digital dapat disimpan pada media magnetik berupa tape atau disk tanpa mengalami pelemahan atau distorsi data sinyal yang bersangkutan. Dengan demikian sinyal tersebut dapat dipindah pindahkan serta diproses secara offline di laboratorium.

Metode-metode pemrosesan sinyal digital juga membolehkan implementasi algoritma-algoritma pemrosesan sinyal yang lebih canggih. Umumnya sinyal dalam bentuk analog sulit untuk diproses secara matematik dengan akurasi yang tinggi. Implementasi digital sistem pemrosesan sinyal lebih murah dibandingkan secara analog. Hal ini disebabkan karena perangkat keras digital lebih murah, atau mungkin karena implementasi digital memiliki fleksibilitas untuk dimodifikasi.

Misalnya, aplikasi pengolahan suara pada kanal telepon, pemrosesan citra serta transmisinya, dalam bidang seismologi dan geofisika, eksplorasi minyak, deteksi ledakan nuklir, pemrosesan sinyal yang diterima dari luar angkasa, dan lain sebagainya. Sinyal analog bekerja dengan mentransmisikan suara dan gambar dalam bentuk gelombang kontinu continous varying. Isyarat analog biasanya dinyatakan dengan gelombang sinus, mengingat gelombang sinus merupakan dasar untuk semua bentuk isyarat analog.

Hal ini didasarkan kenyataan bahwa berdasarkan analisis fourier, suatu sinyal analog dapat diperoleh dari perpaduan sejumlah gelombang sinus. Dengan menggunakan sinyal analog, maka jangkauan transmisi data dapat mencapai jarak yang jauh, tetapi sinyal ini mudah terpengaruh oleh noise. Gelombang pada sinyal analog yang umumnya berbentuk gelombang sinus memiliki tiga variable dasar, yaitu: Salah satu contoh sinyal analog yang paling mudah adalah suara.

Contoh Sinyal Analog yang lainnyklll seperti: Sinyal Elektrik yang dihasilkan oleh peralatan elektrik non-digital sinyal suara pada radio konvensional, sinyal gambar foto pada kamera konvensional, sinyal video pada televisi konvensional: Suara manusia berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu sinyal akustik yang ditangkap oleh mikrofon Mic diubah kedalam bentuk sinyal listrik, karena fungsi dari mikrofon sendiri merupakan transduser dari sinyal akustik menjadi sinyal listrik.

Kerugian pada sinyal sistem analog Pengiriman signal analog dapat dianalogikan mengirim air lewat pipa. Aliran pipa kehilangan tenaganya saat disalurkan melalui sebuah pipa. Semakin jauh pipa semakin banyak tenaga yang berkurang dan aliran semakin menjadi lemah. Demikian pula signal analog akan menjadi lemah setelah melewati jarak yang jauh. Kabel listrik, petir dan mesin-mesin listrik semua menginjeksikan noise dalam bentuk elektrik pada signal analog. Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka diperlukan alat penguat signal yang disebut amplifier.

Selain itu sistem ini mudah digabungkan dengan metoda pengaturan yang lain seperti Fuzzy dan Robust. Masing-masing memiliki parameter tertentu yang harus diset untuk dapat beroperasi dengan baik, yang disebut sebagai konstanta. Setiap jenis, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, hal ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 3. Tabel di atas hanya dipergunakan sebagai pedoman jika akan melakukan perubahan konstanta.

Sehingga perancang harus mencoba kombinasi pengatur beserta konstantanya untuk mendapatkan hasil terbaik yang paling sederhana. Metode Konvensional Desain sebuah sistem kontrol, dimulai dengan membuat blok diagram sistem. Blok diagram yang berisi transfer function tersebut selanjutnya akan dianalisa dengan menggunakan aksi pengontrolan yang berbeda. Dengan perubahan sinyal input sehingga perancang dapat melihat respon sistem jika mendapat input sinyal tertentu.

Kombinasi antara sinyal input dan jenis aksi pengontrolan ini akan menghasilkan respon yang berbeda-beda. Dahulu untuk melihat respon suatu sistem dengan berbagai macam kombinasi sinyal input dan aksi pengontrolan merupakan hal yang sulit dan membosankan.

Adapun prosedur yang harus dilalui adalah sebagai berikut [2]: Mendapatkan transfer function sistem dalam s-domain dengan Laplace Transform. Menentukan jenis aksi pengontrolan beserta dengan konstantanya.

Menggabungkan transfer function yang sudah didapatkan dengan jenis aksi pengontrolan. Menentukan sinyal input yang akan dimasukkan biasanya fungsi step, fungsi ramp dan pulse dan menggabungannya ke dalam transfer function yang baru. Melakukan perhitungan invers Laplace Transform untuk mendapatkan fungsi dalam t-domain.

Menggambar respon berdasarkan fungsi dalam t-domain. Untuk melakukan langkah-langkah di atas diperlukan ketelitian yang tinggi dan hasil penggambarannya sering kali kurang tidak akurat. Selain itu, jika perancang ingin mengamati respon sistem terhadap sinyal input yang lain, maka proses-proses tersebut sebagian besar akan diulang kembali.

Hal ini bertambah kompleks jika perubahan yang dilakukan tidak terbatas pada sinyal input, tetapi juga pada jenis aksi pengontrolannya. Sehingga untuk mendapatkan respon dari berbagai macam kombinasi, membutuhkan waktu yang relatif lama. Selain itu, perancang juga melakukan proses perhitungan yang rumit dan membosankan. Mulai dari software untuk pemrograman sistem, sampai dengan software untuk proses simulasinya.

Salah satu software yang dapat dipergunakan untuk simulasi tersebut adalah MatLab dari Mathworks, Inc. Software ini dilengkapi dengan berbagai toolbox yang memudahkan pemakai untuk melakukan perhitungan-perhitungan tertentu.

Bahkan saat ini sudah dikembangkan toolbox khusus untuk simulasi yang diberi nama Simulink. Toolbox ini sudah dilengkapi dengan berbagai macam fungsi pendukung yang dipergunakan dalam analisa sistem kontrol. Beberapa fungsi pendukung yang sering dipergunakan untuk menganalisa suatu sistem adalah: Untuk menganalisa suatu sistem, software hanya memerlukan masukan berupa transfer function yang ditulis dalam Laplace Transform dalam s-domain atau matriks.

Untuk selanjutnya, pemakai tinggal memilih analisa yang akan dipergunakan. Tulisan ini akan membahas penggunaannya secara khusus untuk merancang PID Controller pada suatu sistem. Sebagai contoh, suatu sistem kontrol memiliki transfer function sebagai berikut: Dari fungsi di atas, maka parameter-parameter yang dimasukkan berupa koefisien pembilang dan penyebutnya.

Biasanya dipergunakan variabel num untuk pembilang dan den untuk penyebut. Kedua nama variabel tersebut tidak mutlak, jadi penggunaan nama variabel yang lain juga diperbolehkan. Setelah itu komputer sudah siap untuk menganalisa sistem kontrol. Langkah kedua yang perlu dilakukan adalah memilih jenis input yang akan dimasukkan ke dalam sistem. Input ini bisa berupa step, pulse, ramp, sinus, dan sebagainya. Sebagai dasar analisa akan diperlunakan fungsi step.

Sedang penggunaan jenis input yang lain akan dibicarakan pada bagian akhir tulisan ini. Fungsi dasar yang akan sering dipergunakan adalah step, dengan syntax: Fungsi ini menghasilkan gambar respon sistem bila diberi input unit step dalam t-domain. Sebab respon tertinggi hanya didapatkan pada amplitudo 0, Selain itu, sistem tersebut memiliki rise time yang cukup besar sekitar 1,5 detik. Hal tersebut jelas tidak menguntungkan.

Untuk menghasilkan sistem kontrol yang baik, diperlukan sistem yang tertutup close loop system. Sistem ini memiliki feedback, yang akan membandingkan kondisi sesungguhnya dengan seting poin yang diberikan.

Propotional Controller Dari tabel 1 diketahui bahwa P Controller dapat mengurangi rise time, menambah overshoot, dan mengurangi steady state error. Closed-loop transfer function sistem di atas dengan menggunakan P Controller adalah sebagai berikut: Dari gambar 2 di atas, dapat dilihat bahwa penambahan P Controller mengurangi rise time dan steady state error, tetapi menambah overshoot. Namun, overshoot yang terjadi masih terlalu besar. Jika konstanta Kp diperbesar, maka overshoot yang terjadi juga semakin besar, settling time juga semakin besar, tetapi rise timenya menjadi kecil.

Kebalikan dari keadaan itu terjadi jika konstanta Kp diperkecil. Oleh karena itu, nilai Kp harus dikurangi untuk menghindari overshoot yang berlebihan. Gambar di bawah ini memperlihatkan respon sistem dengan PI Controller: Proportional-Integral-Derivative Controller Bagian akhir dari simulasi ini adalah PID Controller, yang memiliki transfer function untuk sistem di atas adalah: Nilai-nilai konstanta yang terdapat pada tulisan ini diperoleh dari percobaan trial and error.

Sehingga perancang yang berbeda akan mendapatkan nilai yang berlainan untuk memenuhi kriteria di atas.

Download angin ebook sistem rem

Hal itu terjadi karena perubahan pada salah satu konstanta akan berpengaruh pada konstanta yang lain. Artinya tidak akan didapatkan hasil sesuai dengan tabel 1. Tabel tersebut hanya dipergunakan sebagai pedoman. Berikut ini beberapa tips yang dapat dipergunakan untuk mendapatkan respon yang diinginkan: Dapatkan respon sistem terbuka sistem open-loop untuk menentukan bagian mana yang harus dieprbaiki rise time, settling time, overshoot, steady state error.

Tambahkan P Controller untuk memperbaiki rise time. Tambahkan D Controller untuk memperbaiki overshoot. Tambahkan I Controller untuk menghilangkan steady state error. Kombinasikan konstanta yang ada untuk mendapatkan respon yang diinginkan. Dalam mengimplementasikan sistem kontrol, sebenarnya tidak perlu menggunakan PID Controller. Jika sistem sudah memberikan responyang cukup baik hanya dengan PI Controller, maka tidak perlu menambahkan D Controller ke dalamnya.

Sehingga sistem menjadi lebih sederhana kombinasi yang main banyak membuat sistem menjadi makin kompleks Analisa pada contoh di atas, dilakukan dengan input unit step. Apabila diinginkan analisa dengan input yang berbeda, maka harus dilakukan modifikasi transfer function. Untuk menganalisa sistem dengan input impulse function, maka transfer function dikalikan dengan faktor s. Filter dapat diklafisikasikan dengan arahan: Analog atau digital 2.

Angin ebook rem download sistem

Pasif atau aktif 3. Audio AF atau radio frekuensi RF Filter analog dirancang untuk memproses sinyal analog, sedang filter digital memproses sinyal analog dengan menggunakan teknik digital. Filter tergantung dari tipe elemn yang digunakan pada rangkaiannya, filterakan dibedakan pada filter aktif dan filter pasif.

Elemen pasif adalah tahanan, kapasitor dan induktor. Filter aktif dilengkapi dengan transistor atau op-amp selain tahanan dan kapasitor.

Download Sebelum Diblokir !, Buku Panduan Reparasi Honda Vario 125 PGM-FI !

Tipe elemen ditentukan oleh pengoperasian range frekuensi kerja rangkaian. Misal RC filter umumnya digunakan untuk audio atau operasi frekuensi rendah dan filter LC atau kristal lebih sering digunakan pada frekuensi tinggi. Pertama tama pada bagian ini menganalisa dan merancang filter analog aktif RC menggunakan op-amp.